Tampilkan postingan dengan label big step. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label big step. Tampilkan semua postingan

2012/02/20

BERLARILAH DENGAN MIMPI

Ga jarang orang menyepelekan arti dari mimpi atau cita-cita. Ungkapan "Let it flow" atau "Gimana Nanti-lah!" bisa jadi awal pertanda seseorang yang memang ga punya mimpi dalam hidupnya. Memang banyak faktor yang bisa menjadi penyebab, bisa dari dalam diri orangnya atau dari lingkunagnnya.

Saya harus terus bersyukur karena dilahirkan sebagai seorang pemimpi, dan mimpi-mimpi itu mampu ditopang oleh kondisi lingkungan dan kemampuan yang sepadan. Saya ingat ketika SD saya cenderung tidak muluk-muluk memilih SMP tujuan, tetapi karena orang tua memotifasi untuk mencapai yang terbaik, maka saya pun menurut saja dengan pilihan itu. Saya hanya bermimpi kelak di SMP nanti saya harus bisa cari teman baru, tidak bermain dengan itu-itu saja seperti di SD. Dan untuk itu saya harus ikut banyak kegiatan. Terbukti ketika masuk SMP, saya ikut banyak kegiatan, dan tentunya kenalan dengan banyak orang.Walaupun saya akhirnya tidak terlalu aktif dalam organisasi formal, walaupun tidak jarang saya mengikuti kegiatan-kegiatannya selayaknya anggota organisasi tersebut :).

Orientasi ketika masuk SMA pun sama seperti itu, mimpi saya bukan dimana saya akan bersekolah, tetapi apa saja yang akan saya lakukan nanti. Motivasi ingin masuk SMA favorit saat itu adalah merasa bersalah ketika tidak masuk SMP paling favorit, jadi ya akhirnya berusaha, dan berhasil! Mimpi saya ketika masuk SMA adalah aktif berorganisasi. alasannya? pengen aja, mimpi aja bisa punya ide sendiri dan merealisasikannya sendiri! Walhasil dari awal masuk saya sudah aktif organisasi sampai akhirnya lulus dari SMA tercinta.

gimana pas masuk kuliah? Saya sudah punya cita-cita mau masuk jurusan apa, ketika masih kelas 2 SMA, dimana sata itu saya dihadapkan pada pilihan untuk masuk kelas IPA atau IPS. Saya terinspirasi dengan banyak hal untuk satu hal, yaitu rasa ingin tau lebih bayak dan mendalam tentang dunia hukum! Banyaknya pelanggaran saat itu, banyaknya orang yang mengaggap remeh soal aturan membuat saya penasaran, hukum itu ada ga sih? Dari situ, saya pilih IPS, untuk kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi dengan jurusan HUKUM!

Mimpi itu yang terus memberi saya semangat dan tenaga lebih untuk mempersiapkan diri mengikuti SPMB. Nilai try out saya ga pernah masuk nilai minimal untuk masuk PTN yang saya mau saat itu, tapi (lagi) mimpi itu yang seolah membisikan, "Ga masalah Bos, Lanjutin aja!" dan bibir ini pun tersenyum kembali. Benar saja, mimpi itu sudah secara menakjubkan membantu saya masuk ke PTN terkemuka di negeri ini dengan Fakultas Hukum terbaiknya. Dari situ saya mulai semakin sadar kalo sang mimpi bukan lagi pelengkap dalam fase-fase hidup ini, tapi justru sebagai bahan bakar utama menopang fisik dan keyakinan ini mencapai segala cita-cita.

Tidak berhenti disana, di dunia kuliah sang mimpi semakin menjadi. Mimpi itu pula yang membuat saya keluar dari zona aman dan terus mencoba hal-hal yang baru, yang tidak semua orang bisa dna berani meraihnya. Mimpi itu pula yang berhasil membuat kaki palsu ini menjadi nyata dalam melangkah dan kuat menopang dalam lelah.

Sekarang sang mimpi sudah menjadi teman sejati sehari-hari. merumuskan langkah demi langkah, fase demi fase, sampai terkadang berlebihan ketika sudah mendahului ketetapan Allah SWT. Tapi itulah makna optimisme yang saya pahami. Mimpilah yang membuat saya sampai hari ini, dan akan terus melesat ke udara dan menghujam ke bumi, sampai akhirnya satu mimpi akhir tercapai: berakhir dengan Khusnul Khotimah, Amin!



BUAH MANIS ITU ADALAH PENGALAMAN


Sudah dua tahun lalu saya merasakan masa-masa dimana ga mudah dapat pekerjaan. Cita-cita saya sebenarnya sederhana, ingin bekerja ditempat dimana ilmu yang saya miliki bermanfaat, dan kebermanfaat itu bisa langsung bentuk kontribusi buat Negara. Pada saat itu saya memilih jalur seleksi PNS untuk merealisasikannya. Bagi seorang fresh graduate di negeri ini, pasti sudah bukan hal yang aneh untuk langsung mendaftar menjadi CPNS, masih banyak yang berfikir kalo menjadi PNS akan sejahtera. Walau tidak jarang makna sejahtera itu juga berbeda setiap orang.

UPAYA YANG DIGAGALKAN
Saya sempat mendaftar ke tiga kementerian berbeda. Penuh cerita dan pengalaman dalam masa-masa pendaftaran hingga seleksi itu. Pada Kementerian pertama saya dibuat kaget dengan jumlah pelamar yang luar biasa banyak. awalnya saya berfikir bahwa penyerahan persyaratan hanya akan memakan waktu 1-2 jam, jadi saya pun tidak datang sepagi mungkin, tapi agak santai saja. Setelah sampai lokasi, saya kaget karena antrian pelamar sudah begitu mengular, padahal itu baru 30 menit berlalu dari dibukanya penyerahan berkas. Sempat ingin pulang saja, tetapi karena sudah izin untuk mendaftar kepada orang tua, ya saya jalani saja lah! Walhasil, waktu saya terbuang hampir 7 jam, hanya untuk menyerahkan berkas dan mengisi formulir. Pada Kementerian ini saya hanya bertahan sampai tes tertulis, dimana saya dianggap gagal, tetapi sampai sekarang saya tidak tahu kenapa bisa gagal.
Kapok?! ternyata tidak! Entah kenapa saya kembali berusaha untuk mendaftar menjadi CPNS di Kemeterian lain. Kali ini saya sudah lebih siap dengan datang lebih awal, dan hasilnya sukses, saya berhasil tidak lama mengantri. Tapi kali ini berkas saya dinyatakan gagal! kenapa? hanya karena ijazah saya ditandatangani oleh Wakil Dekan, karena Dekan sedang tidak ada ditempat saat itu. Merasa aneh dengan kebijakannya saya berusaha terus bertanya sampai saya khusus diarahkan kepada penanggunjawab, namun sayangnya sang penanggungjawab tidak menerima alasan apapun, yang berarti saya ditolak mentah-mentah (sampai saat itu saya ingat betul pengalaman pertama saya digiring oleh Satpam :)). Kesal? Pasti! saya merasa tidak diberi kesempatan.
Setelah ditolak dua kali merasa mulai kapok. Tapi beberpaa hari kemudian ada CPNS di kementerian yang saya incar dari awal, dan tanpa buang waktu ya saya siapkan lamaran. Kali ini saya pastikan semua tidak ada masalah, dengan berkaca dari dua seleksi sebelumnya. Beruntung, kali ini saya lolos dari seleksi administrasi dan seleksi tertulis. Namun sayang, seleksi berikutnya ada tes fisik. Saya yang seorang difabel tidak mendapatkan pilihan, dan tetap harus lari satu keliling kompleks pelatihan. Karena memang sudah niat, ya saya jalani dengan susah payah. Akhirnya saya bisa masuk finish dengan waktu yang tidak melebihi batas maksimal, dan saya berada di urutan ke-3 dari belakang :). Namun ternyata tes fisik itu juga seleksi, dan urutan saya yang berada dibawah harus rela tereliminasi. Untuk yang ini saya tidak bisa beralasan panjang lebar, karena kegagalan saya jelas. Walaupun ada diskriminasi yang masih saya tidak bisa terima.

TITIK BALIK MAKSIMUM
Tidak kehilangan akal, demi mewujudkan cita-cita, akhirnya saya bergabung di lembaga hukum independen. Lembaga yang bergerak dibidang penelitian hukum, namun juga aktif dalam kegiatan-kegiatan dalam rangka reformasi hukum di Indonesia. Disini saya mendapat apa yang saya mau, berkarya sesuai dengan ilmu yang saya punya, dan pastinya ikut berkontribusi bagi bangsa dan negara. Dari lembaga ini pula saya mulai sadar, kalo cita-cita saya itu tidak hanya bisa didapat kalo jadi PNS. Satu lagi yang lebih penting adalah makna kesejahteraan yang saya dapat melebihi ekspektasi awal. Kesejahteraan yang bukan sekedar materi, tapi lebih dalam dari itu.
Melalui lembaga ini beberapa kali saya mampu menyumbangkan ide untuk isu-isu tertentu, dan tidak jarang akses tersebut sampai mengintervensi kebijakan internal, hal yang buat saya sangat membanggakan, diantara kondisi dimana masih ada jutaan orang diluar sana yang masih hanya memikirkan perutnya sendiri. Kesempatan bertemu dengan pucuk pimpinan pada instansi terkait untuk menyumbangkan gagasan, terlebih ketika gagasan itu diterima, membuat saya merasa memetik buah dari kesabaran dan usaha saya dimasa lalu. tanpa harus menggadaikan harga diri dan idealisme, impian saya bisa terwujud.
Namun, memang apa yang saya berikan belumlah seberapa. Saya masihlah sebutir debu dalam padang pasir yang sangat luas. Banyak hal yang masih ingin saya kerjakan dan berikan untuk bangsa dan negara ini. masih banyak tanggungjawab yang harus dituntaskan sebagai seseorang yang beruntung dapat mengenyam pendidikan tinggi. dan masih banyak saudara-saudara yang memiliki harapan bahwa nasibnya akan berubah. Semoga perjalanan singkat ini bisa menjadi modal baik dalam menciptakan buah-buah karya yang terasa manis dan menyegarkan semua orang yang melihatnya.



2012/01/27

Cinta dan Cita-Cita

Beberapa hari yang lalu, saya melihat acara Mario Teguh, sang motivator handal, di salah satu TV Nasional. Dalam edisi itu ada seorang penonton yang bertanya tentang "Cinta dan Cita-Cita". Saya pikir, masalah "Cinta dan Cita-Cita" ini sudah jadi hal yang biasa bagi semua orang, atau bisa dibilang, semua orang pernah mengalami deh! Walau dibedakan dengan skala dan konteks makna kedua kata tersebut.

Dalam tayangan itu sang penonton bertanya "lebih baik memilih mana, Cinta atau Cita-Cita?". Tanpa bermaksud mengecilkan pertanyaan sang penonton, tapi pertanyaan itu terdengar klise dan biasa aja. Tapi sejenak saya berpikir tentang jawabannya, ternyata ga semudah mengucapkan pertanyaannya. Ya tepatlah apabila ditanyakan langsung pada sang motivator.

Tanpa berpanjang waktu, Sang Motivator menjawab pertanyaannya dengan panjang lebar, dan menurut saya agak abstrak, tipikal seorang motivator lah, dan memang pertanyaannya tidak disertai contoh kasus. Tapi ada satu poin yang saya tangkap. Dia bilang, "mengapa harus dipisahkan antara Cinta dan Cita-Cita? karena itu akan saling mendukung!". Sepakat!

Dengar jawabannya, saya jadi teringat apa yang terjadi kira2 dua tahun lalu. Ketika itu saya pun (akhirnya) dihadapkan pada "Cinta dan Cita-Cita". Bukan untuk sombong atau narsis, tapi saya harap cerita ini bisa menginspirasi banyak orang, terutama mereka anak muda yang sedang dihadapkan "masalah" yang sama, atau mereka anak muda yang sedang berpikir akan masa depan.

Ketika itu tepat setelah Saya akan menamatkan kuliah, atau sedang mengerjakan skripsi. Saat itu juga ketika saya selesai menunaikan tugas sebagai Ketua salah satu lembaga kemahasiswa di Fakultas dimana saya kuliah. Masa-masa itu terasa sangat berkesan karena baru saja melewati fase yang paling menantang sekaligus melelahkan dalam kehidupan kemahasiswaan saya. Tapi dibalik itu, ada pertanyaan yang membayangi "lalu mau apa kedepan?". Rencana masa depan selalu menjadi hal yang terbayang, maklum dengan kehidupan berorganisasi, saya terbiasa untuk merencanakan jauh-jauh hari apa yang ingin saya lakukan di masa depan, dan memang saat itu sudah ada kondisi dimana rencana masa depan sudah harus ditentukan.

Setelah selesai satu organisasi ternyata ada organisas lain yang menawarkan saya untuk berkontribusi. Organisasi ini cukup bergengsi, pantas kalau saya berpikir ini tantangan, dan jabatannya pun "wah!". Saya sangat tertarik dengan pilihan "Cita-Cita" ini!. Tapi disatu sisi ada pilihan "Cinta" yang menunggu keputusan. Saya mulai dekat lagi dengan seorang "perempuan idaman", teman SMA dulu, yang kali ini sepertinya pikiranku sudah tidak hanya "biasa" saja. Saya ingin memperistrinya, karena dia spesial, dan layak untuk diperlakukan terhormat. Ah! Sulit!

Disini, "Cinta dan Cita-Cita" mulai mempersulit hidup :) . Tapi untunglah, kesulitan yang ada disertai dengan petunjuk-Nya. Saat itu saya membaca suatu buku yang isinya ada beberapa hadits Rasulullah SAW, yang kira-kira menyebutkan "Menikahlah maka kamu akan menjadi kaya". Apabila dipikir dengan logika manusia memang sulit dibuktikan, apalagi secara matematis, karena rezeki itu sudah tak terhitung. Hadits itu kemudian jadi dasar saya untuk mencari dalam Al-Quran tentang rahasia dari menikah. Akhirnya saya dapat Surat ini:

“Dan nikah­kanlah orang–orang yang sen­dirian di an­tara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba–ham­ba sahayamu lelaki dan hamba-hamba sahaya yang per­em­puan, Jika mereka mis­kin Allah akan meng­ayakan mereka dengan karuniaNya. Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur [24] : 32)

Setelah baca Surat An-Nur diatas keyakinan mulai muncul akan "Cinta dan Cita-Cita". Ternyata memang Allah SWT, dalam Al-Quran, menganjurkan hambanya menikah. Jadi kasarnya kalo gitu, "mau ditunda kapanpun gw pasti bakal nikah!". Jadi kenapa ditunda?. Dan dari surat itu juga saya mulai tersadar kalo Cinta dan Cita-Cita bukan dua hal berbeda yang harus dipisahkan, karena apapun cita-cita saya, masih akan bisa tercapai walaupun sudah menikah. Bahkan bukankah akan lebih berwarna dan bersemangat kalau ciupayakan bersama dengan seorang belahan jiwa?. Dengan keyakinan penuh dan Bismillah! Sejak saat itu saya mantapkan hati dan pikiran untuk tidak memilih antara Cinta dan Cita-Cita, menjalankan keduanya (InsyaAllah) akan lebih indah karena janji-Nya.

Akhirnya saya pun menikahi Cinta saya, yang saya yakini akan mampu menjadi belahan jiwa serta sahabat dalam mengarungi setiap susah senang menggapai Cita-Cita. Pernikahan itu terjadi ketika kami berusia 23 tahun, usia yang sangat muda untuk menikah tentunya. Namun belum satu tahun, saya merasakan satu demi satu Cita-Cita saya dapatkan, dan yang paling indah adalah kelahiran putri pertama kami.

Alhamdulillah!



2011/07/04

PUSAT STUDI HUKUM & KEBIJAKAN INDONESIA (PSHK)


Membuka kesempatan magang/part time job sebagai Enumerator, dengan rincian pekerjaan sebagai berikut:

1. Melakukan pemantauan proses legislasi di DPR
2. Membuat laporan hasil pemantauan
3. Mengumpulkan dokumen
4. Mendistribusikan dokumen kepada anggota DPR atau pihak-pihak lain yang dianggap strategis dan membutuhkan
5. Mewakili PSHK dalam berbagai kegiatan atau acara seperti seminar, diskusi, dll
6. Menyusun database profil undang-undang

Magang/part time job dilaksanakan selama tiga bulan (Juli-Spetember 2011), dengan waktu kerja selama 12 jam dalam satu minggu (5 hari kerja).

Kualifikasi pelamar yang disyaratkan, yaitu:
1. Diprioritaskan Mahasiswa Fakultas Hukum atau Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik (minimal semester 6)
2. Diprioritaskan perempuan
3. Memiliki pengetahuan, tertarik, dan antusias untuk mendalami isu legislasi dan isu keparlemenan lainnya
4. Komunikatif
5. Percaya diri
6. Aktif
7. Mau belajar
8. Inisiatif tinggi
9. Siap bekerja dalam tekanan
10. Terbiasa mengoperasikan email, internet, dan aplikasi office.

Bagi anda yang berminat, silahkan mengirimkan CV lengkap dan jadwal kegiatan tetap dalam satu minggu (jadwal kuliah, kegiatan ekstra kampus, les/kursus, pengobatan, dll) ke alamat email fajri_nursyamsi@yahoo.com atau fajri.nursyamsi@pshk.or.id.

CV Lengkap dan jadwal kegiatan dikirimkan paling lambat Kamis, 14 Juli 2011 pukul 24.00 WIB.

2010/10/18

idealisme itu pasti ilang ga ya?

ga sengaja liat wall seorang teman, dia menuliskan statusnya kira-kira
"apa bener idealisme itu bakal ilang seiring dengan berjalannya waktu (umur)?"

gw jadi terpancing buat nanggepin status itu,
tapi sayang pikiran ini, kalo cuma ditulis di comment status itu,
jadi lebih enak berpanjang lebar di blog ini.

idealisme, satu kata ini pernah jadi pertanyaan waktu gw mengajukan diri sebagai perwakilan mahasiswa di kampus. dan jawaban gw waktu itu adalah "kata hati".

ya, idealisme itu buat gw adalah kata hati.

gw percaya kalo hati ini ga pernah akan boong, apalagi kalo kita terbiasa untuk berbicara dengan hati sendiri. semakin sering kita berkomunikasi dengan hati sendiri, maka akan semakin peka hati ini sama apa yang sedang kita hadapi.

cuap-cuap diatas memang ga ada dasarnya sih, ini bagian dari pengalaman aja.

balik lagi ke pertanyaan diatas, bener ga sih idealisme itu akan hilang?
gw rasa itu tetap pilihan, bukan sesuatu yang mutlak. dan gw ga percaya kalo semua orang akan kehilangan kata hatinya seiring dengan waktu.

hati kita masih yang sama, dari dulu sampe sekarang, cuma memang perlu diakui mempertahankannya adalah satu hal yang sulit, sulit, dan sulit!

sudah menjadi fitrah seorang manusia adalah berbuat salah (walau gw ga sepakat kalo dibilang kesalahan itu adalah karena ketidaksempurnaan, malah sebaliknya). ada satu ketika manusia merasa nyaman dengan kesalahan yang dia buat. tanpa proses komunikasi dengan hatinya, dia ngga akan tau kalo tindakan itu adalah suatu kesalahan. walhasil kesalahan sudah berulang dan menjadi kebiasaan.

inilah menurut gw proses terpenting dari penjagaan suatu idealisme atau prinsip. kondisi lingkungan sangat menentukan, kebutuhan hidup apalagi. uang udah tau betul gimana caranya merusak idealisme seseorang.

hhhmmmm...
gw pengen bisa mempertahankan idealisme yang gw percaya hari ini.
itu pilihan gw, pasti bisa!!

2010/10/15

dia sahabatku

dia orang yang baik dan cerdas,
bukan tipe orang yang menonjolkan diri dihadapan orang lain,
dan hampir tidak terlihat ada kesombongan walau banyak kelebihan tertanam dalam dirinya.

gaya tertawanya mampu membuat orang lain ikut tertawa,
gayanya yang apa adanya membuat dia tidak terlalu menonjol diantara teman-temannya,
namun dia lebih suka membuktikannya dengan prestasi yang didapat.

mentalnya kuat luar biasa,
walau terkesan cuek tapi hatinya baik,
dia mampu memberi insprirasi dalam keseharian.

saya mengenalnya hampir 8 tahun lalu,
ketika itu baru berseragam putih abu-abu.

kuingat betul ia duduk paling depan,
dan itu bertahan hingga kenaikan kelas.

sikapnya yang supel membuatku mudah mengenalnya,
bercanda dengannya,
hingga bermain bola dengannya.

kala itupun aku masuk dalam satu organisasi pecinta alam bersamanya,
awalnya tak kukira ia akan bisa melewati Pendidikan Dasar yang amat berat,
tapi ternyata aku salah, mentalnya baja.

satu sore kuingat betul dalam Pendidikan Dasar,
ia menggigil luar biasa, kedinginan
bajunya basah dan kala itu kami di daerah pegunungan.
kubiarkan ia menggigit sendok agar lidahnya tak tergigit.
namun karena gemeretak giginya yang keras, tetap saja mengkhawatirkan.
sampai akhirnya kondisinya normal dan bercanda kembali seperti sedia kala.

kami berada dalam satu kelas lagi di kelas 3,
kami sama-sama memilih IPS sebagai jalur pengkhususan.

aku tahu betul motifasinya tinggi dan kemampuannya cerdas,
tak jarang dia bisa memecahkan persoalan yang orang lain tak sempat memikirkannya,
tapi tetap dengan gayanya yang supel dan penuh tawa.

lama aku tak bertemu dengannya semenjak kuliah,
hubunganku hanya sekali-sekali saja,
itupun melalui dunia maya.

sampai akhirnya kudengar kabar kalau dia telah tiada.
penyakit liver yang dideritanya sejak dahulu telah mengantarnya pulang selamanya.

awalnya, tak percaya kataku,
namun apa hendak dikata,
Allah telah memanggil salah satu hamba-Nya yang soleh untuk selamanya.

selamat jalan Hilman "cucunguk" Setiawan, sahabatku.
semoga engkau tenang disisi-Nya.

Amin!

2010/09/27

Tulis Menulis

lagi stuck mau bikin tulisan..

idenya sih udah ada, bahkan sudah amat sangat memuaskan.
tapi ide itu ya ga bisa disimpen aja, harus bisa dituliskan.
nah itu dia!!
nulis itu ga semudah mikir dan bikin konsep.
ga jarang, kalo udah ditulis, ide itu bisa jadi beda maksud, dan kalo udah gitu jadi bingung sendiri.
bulak-balik, bulak-balik.
akhirnya ga jadi-jadi.

hhhmmmm...
kondisi diatas pasti udah pernah dialami sama semua orang yang suka punya ide, dan suka buat nulis idenya itu.

yowes,,
sekarang, mulailah menulis!!
jangan takut salah,karena kalo selalu bener ya ga belajar namanya, yang penting tulisannya ga bohong atau fitnah.
jangan ditunda-tunda, karena kalo udah ditunda apalagi dibesokin, idenya udah berubah lagi dan akan berpengaruh ke tulisan, belom lagi kalo isunya yang udah basi.
dan kalo udah jadi mulailah kirimkan ke orang lain untuk dibaca dan didiskusikan, demi perbaikan dan perbaikan.

selamat berusaha!!

*langkah pertama memang fase paling sulit, so keep trying!!

2010/03/22

UPAYA PERLINDUNGAN ATAS PROFESI ARSITEK MELALUI RUU ARSITEK

Dari segi pengertian, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang, serta membuat konstruksi bangunan, jembatan dll. Dalam pengertian lebih luas, Arsitektur juga mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro (perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur landscape), sampai ke level mikro (bangunan, perabot dll).

Pengaturan mengenai arsitektur, terutama dalam tingkat undang-undang, tidaklah banyak. Setidaknya ada dua undang-undang yang masih berlaku hingga saat ini, yang mengatur mengenai arsitektur, yaitu undang-undang No.28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan Undang-undang No.19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. Pasal 9 ayat (1) UU Bangunan Gedung mengatur mengenai arsitektur sebagai salah satu syarat dari tata bangunan gedung yang ada di Indonesia. Sedangkan dalam Pasal 12 ayat (1) UU Hak Cipta mengatur mengenai arsitektur sebagai salah satu ciptaan yang dilindungi oleh Hak Cipta.

Dari kedua UU diatas terlihat bahwa belum ada UU yang mengatur secara khusus mengenai profesi arsitek sebagai pencipta suatu karya arsitektur. Adapun peraturan yang mengatur profesi arsitek masih sebatas kode etik dan tata laku arsitek. Atas dasar hal tersebut, Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI), pada tahun 2008, mengajukan usulan Rancangan Undang-undang tentang Arsitek kepada DPR. Usulan tersebut mendapat dukungan langsung dari Wakil Presiden saat itu, yaitu M.Jusuf Kalla (Kompas, 3 September 2008). Menurut Ketua IAI Budi Sukada, ada beberapa argumen yang mendukung untuk segera disahkannya RUU Arsitek, yaitu:
1. RUU Arsitek ini penting untuk melindungi dan mengatur siapa saja yang bisa menjalankan profesi arsitek.
2. RUU Arsitek diharapkan dapat membenahi dunia arsitek Indonesia yang selama ini dianggap terbelakang dalam masalah jaminan akan standar bangunan dan mutu bangunan, dimana alasan inilah yang menyebabkan banyak arsitek asing tidak bersedia ke Indonesia. (Antara, 3 September 2008).

Pada perkembangannya, RUU Arsitek sudah diajukan dengan hak inisiatif DPR untuk dilakukan pembahasan. Pada tahun 2009, pembahasan dilakukan di Komisi V DPR, Walaupun sebenarnya, RUU tersebut tidak masuk dalam Program Legisalasi Nasional (Prolegnas) tahun 2004-2009. Sedangkan pada tahun 2010 ini, RUU Arsitektur kembali akan dibahas, mengingat RUU ini masuk kedalam Prolegnas tahun 2009-2014, bahkan masuk kedalam RUU prioritas pada tahun anggaran 2010, atau dengan kata lain, DPR Periode saat ini menetapkan target untuk menyelesaikan pembahasan RUU Arsitek pada akhir tahun 2010 ini.

Dengan harapan yang besar akan dibentuknya UU mengenai arsitek, dan dibalas dengan komitmen DPR untuk menyelesaikan pembahasannya paling lambat akhir tahun ini, menjadi menarik untuk terus dipantau pembahasan RUU Arsitek ini. Sampai akhirnya menghasilkan suatu UU yang mampu menjawab harapan dari para arsitek di Indonesia, dan tentunya tidak bertentangan dengan UU yang sudah ada, terutama UU tentang Bangunan Gedung.

selamat hari arsitek, 18 Maret 2010

2009/11/24

thanks for RHAT

kemarin,
23 November 2009

(lagi-lagi) gw dapet pengalaman luar biasa.
jadi Pembicara di Seminar Refleksi Hukum Akhir Tahun 2009.

jadi pengalaman luar biasa karena ini pertama kali lagi gw jadi pembicara di Seminar resmi dengan status sebagai eks-mahasiswa. dan ternyata bebannya lebih berat dan feel-nya juga beda banget ketika gw masih jadi mahasiswa.

beban bahwa gw dilihat orang sebagai seorang profesional (bukan mahasiswa) adalah awal cobaan. dalam kondisi itu, kita bakal dianggap dewa yang ga pernah salah, dan jangan kaget kalau suatu saat kata-kata kita dijadiin reffrensi atau minimal dasar asumsi suatu penelitian atau kajian.
lebih lanjut lagi, ketika gw disandingkan sama orang-orang yang udah punya pengalaman jauh lebih banyak dari gw (secara umurnya jauh diatas gw dan gelarnya udah pada MH keatas). dalam kondisi itu kita bakal ngerasa bahwa apa yang kita omongin itu ga ada apa-apanya, dan sangat berpotensi menjatuhkan percaya diri yang kemudian sangat mungkin membuat apa yang kita sampaikan "ngga banget".
dan cobaan pun diakhiri dengan sesi tanya jawab. di sesi itu banyak banget yang nany, dan pertanyaannya luar biasa berbobot.

tapi Alhamdulillah, pengalaman itu berhasil gw dapatkan.

dari awal menerima permohonan jadi pembicara ini, gw dah mikir bahwa kondisinya ga akn se"enak" dulu waktu masih jadi mahasiswa. tidak ada pemakluman, tidak ada kata "masih belajar", dan sulit sekali untuk mengutarakan sindiran-sindiran atau bahkan kritik-kritik pedas sekalipun.

karena SEMUA BUTUH KAJIAN DAN ANALISA MENDALAM.

prinsip itu yang gw pegang dari awal, "pokoknya semua yang gw omongin nanti harus berasal dari data akurat, dan berasal dari kajian dan analisa mendalam dari teori dan realita yang ada di masyarakat".
alhamdulillah gw dimudahkan untuk melakukan kajian dan analisa, karena memang masih dalam lingkup bidang yang gw tekunin. sampe terciptalah sebuah slide yang menurut gw agak kepanjangan, saking banyak data yang pengen gw tampilkan (dasar kebiasaan, awalnya males, tapi kalo udah "masuk" ngalir dah semua).

sampe hari H, saatnya NGUMPULIN NYALI DAN TERUS PERCAYA DIRI

itu kuncinya, nyali (mental) dan percaya diri. gw terus mempercayai bahwa kajian dan analisa gw udah mumpuni untuk disampaikan, dan berharap minimal para peserta ngerti dulu deh apa yang disampaikan. sampai akhirnya, saat duduk diantara para ahli dibarisan depan ruangan, gw merasa tenang dengan sendirinya (ini perasaan biasa muncul kalo dua proses sebelumnya berhasil dijalankan).

dan walhasil, semua berjalan dengan lancar. dan saatnya mengucapkan
ALHAMDULILLAH BERES JUGA SATU KEWAJIBAN!!

Lets focus for next lesson, and ready to reach my future project!

2009/11/04

hari ini menyenangkan!!
itu yang terlintas pertama kali diakhir waktu kerja hari ini.

bagaimana tidak,,
pekerjaan ini sudah mulai masuk dalam alam kenyamananku
urusan2 lain sudah mulai dapat diajak kompromi waktu
dan dia nampaknya sudah mau lebih mengerti kesibukan baruku

ya,
saatnya menutup malam ini dengan senyum,
demi sebuah kelapangan di pagi hari nan cerah esok hari...

alhamdulillah...

2009/10/06

Surat Untukmu Ibu Pertiwi

jangan menangis Ibu
jalanku memang tidak disitu
Tuhanku telah memilihkan untukku
suatu jalan penuh tantangan dan liku

ya, hari ini akan terus ku kenang
suatu titik awal penuh daya juang
tak akan berhenti sampai Aku menang
dan membuat Ibu kembali tersenyum tenang

ya Allah, aku kini paham
apa yang Kau inginkan untuk Ku genggam
Kau buat Aku bergerak terus tanpa diam
terus bersemangat pantang padam

ya Allah,
berikan Aku kekuatan
untuk menuntaskan amanat yang Kau berikan
terus bergerak penuh perjuangan
pantang menyerah hingga akhir jaman..

Bogor, 5 Oktober 2009

2009/06/11

semangat berfikir kritis

baru nulis lagi, setelah sekian lama terhenti...
entah karena baru ada waktu lagi, atau karena baru diadain waktunya...
ditengah kesadaran untuk menuangkan ide dalam tulisan, tapi ga selalu bisa dalam satu ketikan tangan...
terlalu banyak isi kepala yang ingin tumpah, tapi ga selalu bisa tumpah lengkap dengan makna-makna terutama...
tapi ku tahu betul, tak ada hasil tanpa tetesan keringat...
didasari dengan suatu semangat ingin belajar, maka kan terus kucoba tuangkan ilmu walau satu ayat...
semoga inspirasi itu akan tertular bak virus penyakit terganas, menyerang bagian otak dan menimbulkan SEMANGAT BERFIKIR KRITIS...