Tampilkan postingan dengan label just for fun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just for fun. Tampilkan semua postingan

2012/03/04

Cerita Seorang Juventini

Bukan hal yang aneh sebenarnya untuk bilang kalau Laki-laki suka permainan sepakbola, baik nonton pertandingannya atau langsung main di lapangan. Walau fenomena beberapa tahun terakhir, masalah gender sudah bukan lagi penghalang untuk seorang perempuan menikmati permainan sepakbola. Terlebih bintang sepakbola Eropa memang terkenal dengan ketampanannya.

Saya adalah seorang penggemar olahraga sepakbola, apalagi nonton pertandingan sepakbola. Mungkin kebiasaan saya menonton pertandingan sepak bola sudah tepat juga untuk dijuluki footballholic. Permainan yang cepat dengan umpan2 pendek menjadi idaman saya dalam setiap pertandingan, apalagi kalau diakhir dengan Gol yang indah.

Untuk alasan itu pula kenapa saya memilih Juventus sebagai tim favorit. Permainannya yang khas dari kaki ke kaki dan tidak jarang menampilkan permainan yang berkualitas oleh pemain-pemain bintang didalamnya. Saya ingat betul, Final Liga Champion 1995 yang membuat saya menjadi "Gila Bola" seperti sekarang ini. Kala itu Final menampilkan Juventus vs Ajax. Kedua tim ini merupakan tim besar, bahkan sampai sekarang. Juventus saat itu masih diisi oleh pemain-pemain seperti Ravanelli, Vialli, Di livio, sampai sang penjaga gawang Angelo Peruzzi. Sementara Ajax masih dihuni Van der Sar, Davids, sampai Kluivert. Pertandingan berjalan seru, dan harus melewati tambahan waktu, untuk kemudian diakhiri dengan adu Penalti. Akhirnya Juventus keluar sebagai juara dengan mengalahkan Ajax lewat adu penalti. Entah kenapa pertandingan itu terus membekas dalam ingatan saya, sehingga sampai beberapa tahun setelahnya saya begitu tergila-gila dengan Juventus.

Kegilaan saya terhadap sepak bola memang sudah tidak separah dulu. Dahulu saya sampai menjadikan nonton bola adalah agenda wajib, bahkan tidak ada yang bisa menggantikan, bahkan sampai mengorbankan waktu dan kegiatan lain. Nonton bareng di beberapa tempat juga kerap saya lakukan, demi mencari suasana baru dalam nonton bola, biar lebih seru.

Sekarang pilihan waktu bersama keluarga atau bahkan hanya untuk istirahat sudah menjadi prioritas utama. Nonton pertandingan sepakbola hanya untuk waktu-waktu yang senggang saja. Selain karena aktivitas bekerja yang lebih padat dari sebelumnya, kemajuan teknologi seperti adanya youtube atau berita online menjadikan berita dan tayangan ulang pertandingan lebih mudah didapat. Selain itu, memang dari awal kegilaan saya akan sepak bola dan Juventus bukanlah hal yang masuk kedalam golongan fanatik, karena semuanya hanya untuk hiburan pengisi waktu saja.


2012/01/10

Koran dan Cara Membacanya

Saat ini perputaran informasi dan berita sudah sangat cepat. Apa yang terjadi diujung belahan bumi, sudah bisa diketahui oleh belahan bumi lainnya, dalam hitungan menit bahkan detik. Bahkan tidak berlebihan juga apabila dikatakan bahwa saat ini manusi bagaikan berada dalam satu ruangan bersama-sama, tanpa ada jarak dan waktu yang memisahkan.
Banyak media yang bisa dimanfaatkan untuk mengakses informasi dan berita, salah satunya adalah koran. Media koran memang relatif dapat dikatakan sebagai teknologi yang ada lebih lama dibandingkan media yang lain, bahkan saat ini koran sudah mulai tergantikan posisinya dengan media yang lain, terutama yang berbasis pada IT. Selain itu, munculnya pemahaman "go green" semakin menjadikan koran bukan lagi pilihan utama bagi penikmat informasi.
Namun begitu, tetap saja koran memiliki konsumennya sendiri. Pemanfaatannya masih sangat marak, terutama di tempat-tempat tertentu, dimana sulit untuk dapat mengakses media lain, seperti di stasiun, terminal, atau pasar. Koran juga terhitung multifungsi, atau memiliki kebermanfaatan yang beragam. Sehingga apabila sudah tidak dipergunakan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lain, seperti sebagai alas duduk, tempat jajanan (kacang dll), lap kaca, dll.
Sebenarnya ada satu hal yang membuat saya menarik untuk membahas koran dalam kesempatan ini, yaitu bagaimana cara orang membaca isi dari koran tersebut, atau sederhanannya apa saja berita yang dibaca, dan bagaimana urutan membacanya. Hal ini sangat menarik karena pasti setiap orang punya kebiasaan berbeda-beda, tergantung pada ketertarikannya masing-masing.
Pasti banyak faktor yang mempengaruhinya, dan perlu penelitian khusus untuk bisa membuktikannya. tetapi minimal pengalaman saya saja menunjukan ada perbedaan-perbedaan yang menarik. Kebanyakan orang membaca dengan memulai dari halam pertama ke halam terakhir, inilah cara konservatif dalam membaca koran. Ada pula yang membaca justru dari akhir ke halaman depan. Saya adalah salah satu dari tipe orang ini. Alasannya adalah karena berita mengenai olahraga, terutama sepakbola ada dibelakang, jadi saya mendahulukannya untuk membaca. Ada pula yang membaca bagian tengah, yaitu mengenai lowongan pekerjaan atau iklan penjualan barang-barang terlebih dahulu. Baru kemudian membaca bagian-bagian lainnya.
Keseluruhan tipe orang dalam membaca koran memang dilatarbelakangi secara dominan oleh apa rubrik favoritnya, yang cenderung akan didahulukan untuk dibaca, baru kemudian dialnjutkan dengan membaca rubrik lainnya. Bagaimana dengan anda?


2009/06/19

chubby people

dapet artikel yang menarik, menggugah, serta mungkin bisa menjadi penyemangat bagi sebagian dari kita...sebelum panjang lebar, baca dulu deh artikelnya dari http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/80698/71/14/Orang-Gemuk-Punya-Harapan-Hidup-Lebih-Lama...

TOKYO--MI:
Hasil studi terbaru yang digelar oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Rakyat Jepang menyatakan masyarakat yang berusia 40 tahun dan memiliki kelebihan berat badan ternyata memiliki usia harapan hidup lebih lama ketimbang kelompok masyarakat lainnya.

"Kabar baik (paling tidak) bagi orang yang gemuk (chubby people)," demikian Yomiuri Shimbun di Tokyo, Kamis, mengutip studi yang mencoba mencari tahu upaya memiliki panjang umur tersebut.

Studi itu memperlihatkan kelompok masyarakat yang tergolong kurus (thin) dengan berat badan dibawah 53,5kg memiliki usia harapan hidup yang paling pendek. Kelompok ini juga rata-rata berpeluang meninggal enam atau tujuh tahun lebih cepat.

Hasil penelitian yang dipimpin oleh profesor Ichiro Tsuji dari Tohoku University itu menjadi lonceng peringatan bagi masyarakat yang ingin menjadi kurus, atau biasa di Jepang dijuluki "metabo", yaitu orang-orang yang memiliki syndrome metabolisme.

Tim riset pimpinan profesor Tsuji itu meneliti 50.000 penduduk di Propinsi Miyagi, dengan usia rata-rata respondennya 40 tahun ke atas. Para peneliti menanyakan kondisi kesehatan para responden dan mengelompokkannya dalam klasifikasi 'body mass index" (BMI) guna mengetahui seberapa gemuk seseorang itu.

Hasil studi memperlihatkan pria usia 40 tahun dengan berat badan normal (reguler) 53,5kg - 72kg, ternyata memiliki tambahan harapan hidup 39,9 tahun lebih lama. Sedangkan kelompok pria yang memiliki kelebihan berat badan (overweight) memiliki harapan hidup 41,6 tahun lebih lama.

Kaum perempuan reguler miliki harapan hidup 47,9 tahun lebih lama, sementara kelompok perempuan yang overweight memiliki usia harapan hidup 48,5 tahun lebih lama. Untuk pria dan perempuan yang tergolong kelompok obesitas ( di atas 86,7kg) memiliki usia harapan hidup 39,4 tahun lebih lama (untuk pria) dan 46 tahun lebih lama bagi kaum perempuannya.

Sementara itu, bagi kaum pria kurus memiliki usia harapan hidup 34,5 tahun lebih lama, dan kaum perempuan kurus memiliki usia harapan hidupnya 41,7 tahun lebih lama.

Perkiraan mengapa kelompok masyarakat yang kurus berpeluang meninggal lebih dulu dikarenakan mereka merokok dan adanya teori yang menyatakan orang kurus lebih mudah terjangkit penyakit. Namun demikian hubungan antara kondisi fisik dan usia harapan hidup masih belum jelas dimengerti hingga saat ini.

Mengenai hal itu, Shinichi Kuriyama, profesor di Tohoko University lantas buru-buru mengingatkan bahwa orang-orang yang ingin panjang umur hendaknya tidak "latah" untuk menambah berat badannya. (Ant/OL-04)

gimana-gimana?
wanna to join us in Chubby people,,hehe..